Desa Selagan Jaya

Kec. Kota Mukomuko
Kab. Muko Muko - Bengkulu

Info
DESA SELAGAN JAYA AMAN DAMAI DAN SEJAHTERA. ANDA SOPAN KAMIPUN SEGAN !!

Artikel

HOLTIKULTURA PROGRAM KETAHANAN PANGAN 2023

Administrator

03 Februari 2023

136 Kali dibuka

Pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian Nasional selama masa pandemi Covid-19. Sektor pertanian sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Sebagian masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 memilih menekuni dan mengembangkan usaha pertanian baik skala rumah tangga maupun industry. Kedepannya sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang karena terus meningkatnya permintaan pangan baik dalam maupun luar negeri.

Program diversifikasi pangan yang digulirkan Pemerintah terus digalakkan karena Indonesia memiliki sumber keragaman karbohidrat yang sehat dan bergizi. Untuk itu pengembangan sektor pertanian diarahkan pada pengadaan aneka komoditas pangan lokal. Pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai potensi dan kearifan lokal. Pangan lokal sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di masa pandemic covid-19. Pengembangan pangan lokal sebagai upaya memperkuat keragaman pangan dengan berbagai pangan alternatif. Adanya berbagai pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan sangat baik dikonsumsi pada masa pandemic covid-19.

Komoditas pangan lokal yang potensial dikembangkan diantaranya adalah: Gandum,jagung, sorgum, kacang kacangan dan umbi umbian

Kelompok umbi-umbian yang potensial dikembangkan adalah singkong (ubi kayu), ubi jalar, kentang, gadung, uwi, talas/suweg, porang, ganyong, garut. Tanaman umbi-umbian sumber pangan alternatif yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Kentang selain memiliki kandungan karbohidrat, juga mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Vitamin dan mineral tersebut, diantaranya adalah kalsium, fosfor, kalium dan vitamin C.

Ubi Jalar dan ubi kayu/singkong   termasuk makanan yang mudah ditemukan dan mudah dalam pengusahaannya Berbagai olahan kelompok umbi-umbian potensial dikembangkan sebagai agroindustri lokal. Umbi singkong ini memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Singkong mengandung energi per 100 g sebesar 154 kkal, protein 1 g, karbohidrat 36,8 g, lemak 0,3 g, kalsium 77 mg, fosfor 24 mg, dan zat besi 1,1 mg. Selain itu di dalam singkong juga terkandung vitamin B1 0,06 mg dan vitamin C 31 mg

Kalau dilihat dari manfaatnya, singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dibandingkan kentang. Maka tak salah jika singkong menjadi salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian besar terdiri dari sukrosa; Singkong lebih rendah lemak dibandingkan sereal dan kacang-kacangan. Walaupun begitu singkong memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang; Singkong kaya akan vitamin K yang memiliki peran dalam membangun masa tulang; Sehingga konsumsi singkong dapat menurunkan risiko osteoporosis. Selain itu, vitamin K akan melindungi dan berperan penting dalam pengobatan pasien Alzheimer dengan membatasi kerusakan saraf di otak; Umbi yang lezat ini merupakan sumber dari vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat. Riboflavin berperan dalam pertumbuhan tubuh dan memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia; Singkong merupakan sumber mineral yang penting bagi tubuh, antara lain seng, magnesium, tembaga, besi, dan mangan. Selain itu, singkong memiliki jumlah kalium yang cukup sebagai komponen penting pembentukan sel tubuh dan mengatur tekanan darah; Sebuah penelitian seperti dilansir Affleap menunjukkan manfaat singkong sebagai penurun kadar kolesterol jahat dalam darah. Tidak hanya itu, singkong juga dapat menurunkan kadar trigliserida dan menjadi sumber serat yang bagus. Tak heran jika singkong dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker usus besar dan membantu mengendalikan diabetes. Dengan catatan, singkong diolah dengan cara kukus atau rebus; Rheumatik. Caranya, ambil 5 lembar daun singkong, campurkan sedikit dengan kapur sirih, kemudian remas-remas sampai daun singkongnya hancur. Selanjuttnya, oleskan pada bagian yang terasa linu atau yang terserang rheumatik. Lakukan 3 kali sehari; Luka karena garukan. Caranya, ambil singkong secukupnya, kupas dan parut, kemudian tempelkan / bobokan pada luka beras garukan dan diperban. Kutu air. Caranya, ambil singkong yang masih muda dan baru dipetik dari batangnya. Kupas dan parut, kemudian tempelkan pada bagian yang kena kutu air. Jika kering, ulangi sekali lagi. Lakukan 2 kali sehari.

Salah satu cara untuk mengatasi singkong yang dalam keadaan segar tidak tahan lama adalah dengan mengubah bentuknya menjadi tapioka. Pembuatan tepung tapioka ini mampu memberikan beberapa keuntungan, antara lain adalah lebih mudah dalam penyimpanan dan distribusi, memberikan nilai tambah, sebagai subtitusi terigu, dan lebih praktis dalam penggunaannya. Tepung tapioka ini selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk olahan baik dalam bentuk basah, seperti roti maupun kering, seperti cookies .

Form Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Kirim Komentar

Captha
Matematic

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

AGUS SUPRIYANTO

ELYA SINATRYA

ELYA SINATRYA

Sekretaris Desa

ALI IMRON

ALI IMRON

KASI PEMERINTAHAN

SUWARNO

SUWARNO

KASI KESRA

CACA AMELIA A.W

CACA AMELIA A.W

Kaur Keuangan

HERU MINARNO

HERU MINARNO

KEPALA DUSUN 2

EKA NOVIA NURHAYATI

EKA NOVIA NURHAYATI

Kaur Umum dan Perencanaan

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Selagan Jaya

Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Muko Muko, Bengkulu

Sinergi Program

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:10
Kemarin:77
Total:86.755
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.145
Browser:Mozilla 5.0

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-2.550024333345018
Longitude:101.18801951408386

Desa Selagan Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Muko Muko - Bengkulu

Buka Peta

Wilayah Desa